Dayaknese.com
  • Home
  • Tentang
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Sitemap
No Result
View All Result
Dayaknese.com
  • Home
  • Tentang
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Sitemap
No Result
View All Result
Dayaknese.com
No Result
View All Result
Home Sejarah dan Budaya

Menyelami Makna dalam Lagu “Anak Balawau Kurik”

admin by admin
May 5, 2024
in Sejarah dan Budaya
0
356
SHARES
2.7k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

You Might Also Like

Tjilik Riwut: Perjalanan Seorang Pahlawan dari Belantara Kalimantan Tengah

96 Pasal Hukum Adat Tumbang Anoi

Mengungkap Keindahan dan Kekayaan Budaya: Upacara Adat dan Keagamaan Suku Dayak di Kalimantan Tengah

Anak balawau kurik, uyuh toh
Pruntok tapa tiruh toh,

Pruntok tapa tiruh toh
Misik wei
misik wei
misik wei

Pusa atun tukep musuh aim

Mipen kuman isin aim, 
mipen kuman isin aim
Dari wei,

dari wei,
dari wei

Sebuah lagu tradisional mungkin saja terdengar sederhana bagi telinga yang terbiasa dengan melodi modern yang lebih kompleks. Namun, terkadang di dalam kesederhanaan itu tersemat makna yang dalam, mencerminkan realitas kehidupan yang tak terelakkan. Salah satunya adalah lagu “Anak Balawau Kurik”, sebuah lagu rakyat yang mungkin jarang terdengar di era digital ini, namun tetap memuat pesan yang bernilai.

Lagu tersebut menceritakan tentang seorang anak tikus kecil yang kelelahan dan terkantuk-kantuk, sementara kucing musuhnya mendekatinya dengan niat untuk memangsa. Dalam lirik yang sederhana, tergambar betapa anak tikus tersebut harus terus bergerak dan berlari untuk menyelamatkan dirinya dari bahaya.

Namun, di balik kata-kata yang tampak polos itu tersirat pesan yang lebih dalam. Lagu ini seolah-olah menjadi metafora dari realitas kehidupan, di mana mereka yang lemah dan tak berdaya sering kali harus menghadapi tekanan dari pihak yang lebih kuat dan berkuasa. Kucing dalam lagu ini bisa diartikan sebagai simbol dari segala bentuk ancaman dan kesulitan yang mengintai, yang dapat datang dalam berbagai bentuk dan mengancam kehidupan kita.

Kita bisa merenungkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita juga dihadapkan pada situasi yang mengharuskan kita untuk berjuang dan melawan untuk bertahan. Baik itu dalam bentuk tekanan dari pekerjaan, persaingan dalam lingkungan sosial, atau bahkan konflik batin yang mungkin saja kita hadapi. Dalam konteks ini, lagu “Anak Balawau Kurik” menjadi pengingat bahwa hidup memang penuh dengan tantangan, dan kita harus siap untuk menghadapinya.

Namun, lebih dari sekedar pengingat akan tantangan, lagu ini juga menyiratkan bahwa dalam menghadapi kesulitan, kita harus memiliki semangat untuk terus berjuang dan tidak menyerah begitu saja. Anak tikus kecil dalam lagu ini, meskipun lemah dan rentan, tetap memiliki keberanian untuk bergerak dan mencoba menyelamatkan dirinya. Begitu pula dengan kita, meskipun terkadang kita merasa kecil dan tidak berdaya di hadapan masalah yang menghadang, kita harus tetap mempertahankan semangat dan mencari cara untuk mengatasi tantangan tersebut.

Dengan demikian, lagu “Anak Balawau Kurik” tidak hanya sekedar lagu rakyat yang menyenangkan untuk didengar, tetapi juga mengandung pesan moral yang relevan dengan kehidupan kita. Ia mengajarkan kita untuk tidak menyerah di hadapan kesulitan, dan untuk selalu memiliki semangat untuk terus berjuang. Sebuah pelajaran yang mungkin terdengar sederhana, namun sangat berharga dalam menjalani kehidupan ini.

Share this:

Related posts:

  • Tjilik Riwut: Perjalanan Seorang Pahlawan dari Belantara Kalimantan Tengah

  • 96 Pasal Hukum Adat Tumbang Anoi

  • Mengungkap Keindahan dan Kekayaan Budaya: Upacara Adat dan Keagamaan Suku Dayak di Kalimantan Tengah

Previous Post

Batang Garing dalam Kepercayaan Kaharingan Dayak Ngaju

Next Post

Perjalanan Gereja Kalimantan Evangelis: Menyebarkan Cahaya Injil di Tanah Dayak

admin

admin

Related News

Tjilik Riwut: Perjalanan Seorang Pahlawan dari Belantara Kalimantan Tengah

Tjilik Riwut: Perjalanan Seorang Pahlawan dari Belantara Kalimantan Tengah

by admin
May 5, 2024
0

Tjilik Riwut, seorang pahlawan nasional dari Kalimantan Tengah, lahir pada 18 Februari 1918 di Kasongan, Kabupaten Katingan. Berakar dalam Suku...

96 Pasal Hukum Adat Tumbang Anoi

96 Pasal Hukum Adat Tumbang Anoi

by admin
May 5, 2024
0

Penyeragaman hukum adat hasil Rapat Damai Tumbang Anoi tahun 1894 meliputi pasal-pasal berikut ini: Pasal 1 Singer Tungkun (denda adat...

Mengungkap Keindahan dan Kekayaan Budaya: Upacara Adat dan Keagamaan Suku Dayak di Kalimantan Tengah

Mengungkap Keindahan dan Kekayaan Budaya: Upacara Adat dan Keagamaan Suku Dayak di Kalimantan Tengah

by admin
May 5, 2024
0

Kalimantan Tengah, sebuah wilayah yang kaya akan keindahan alamnya, juga menyimpan kekayaan budaya yang mendalam. Salah satu warisan budaya yang...

Masuknya Islam ke Kalimantan Tengah: Perjalanan Sejarah dan Dampaknya

Masuknya Islam ke Kalimantan Tengah: Perjalanan Sejarah dan Dampaknya

by admin
May 5, 2024
0

Sebelum Islam merambah ke Kalimantan Tengah, wilayah ini telah menjadi tempat berbagai peradaban dan kepercayaan, termasuk Hindu-Buddha, Animisme-Dinamisme, dan Kristen....

Next Post
Perjalanan Gereja Kalimantan Evangelis: Menyebarkan Cahaya Injil di Tanah Dayak

Perjalanan Gereja Kalimantan Evangelis: Menyebarkan Cahaya Injil di Tanah Dayak

Masuknya Islam ke Kalimantan Tengah: Perjalanan Sejarah dan Dampaknya

Masuknya Islam ke Kalimantan Tengah: Perjalanan Sejarah dan Dampaknya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending News

Kekayaan Budaya dan Sejarah Suku Dayak Ngaju: Perjalanan dan Warisan Kalimantan Tengah

Kekayaan Budaya dan Sejarah Suku Dayak Ngaju: Perjalanan dan Warisan Kalimantan Tengah

May 5, 2024
Batang Garing dalam Kepercayaan Kaharingan Dayak Ngaju

Batang Garing dalam Kepercayaan Kaharingan Dayak Ngaju

May 5, 2024
96 Pasal Hukum Adat Tumbang Anoi

96 Pasal Hukum Adat Tumbang Anoi

May 5, 2024

Categories

  • Sejarah dan Budaya

Recent Posts

  • Tjilik Riwut: Perjalanan Seorang Pahlawan dari Belantara Kalimantan Tengah
  • 96 Pasal Hukum Adat Tumbang Anoi

© 2025 Dayaknese.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Sitemap

© 2025 Dayaknese.com.