Dayaknese.com
  • Home
  • Tentang
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Sitemap
No Result
View All Result
Dayaknese.com
  • Home
  • Tentang
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Sitemap
No Result
View All Result
Dayaknese.com
No Result
View All Result
Home Sejarah dan Budaya

Perjalanan Gereja Kalimantan Evangelis: Menyebarkan Cahaya Injil di Tanah Dayak

admin by admin
May 5, 2024
in Sejarah dan Budaya
0
366
SHARES
2.8k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

You Might Also Like

Tjilik Riwut: Perjalanan Seorang Pahlawan dari Belantara Kalimantan Tengah

96 Pasal Hukum Adat Tumbang Anoi

Mengungkap Keindahan dan Kekayaan Budaya: Upacara Adat dan Keagamaan Suku Dayak di Kalimantan Tengah

Sejarah Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) adalah kisah perjuangan dan kesetiaan, diukir dalam darah dan air mata, untuk membawa cahaya Injil kepada orang-orang Dayak yang masih hidup dalam kegelapan spiritual pada abad ke-19. Terlahir dari semangat misionaris dari Eropa, GKE telah melalui berbagai periode yang penuh tantangan, namun tetap teguh dalam misinya untuk menyebarkan pesan kasih dan pengharapan.

Periode I: Perintisan oleh Misionaris (1835 – 1920)

Pada awalnya, dua misionaris dari Rheinische Missionsgezelschaft zu Barmen (RMG), Barnstein dan Heyer, diberangkatkan ke Kalimantan dengan tujuan membawa Injil kepada orang-orang Dayak. Meskipun menghadapi berbagai kesulitan dan bahaya, mereka bersama missionaris lainnya gigih membuka stasi-stasi pangkalan PI di berbagai wilayah Kalimantan Tengah. Pembentukan stasi-stasi ini menjadi titik awal penyebaran ajaran Injil, disertai dengan usaha-usaha pendidikan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Namun, perjalanan tidak selalu mulus. Pada 1859, pemberontakan Hidayat dari Kesultanan Banjarmasin mengakibatkan kerugian besar bagi pihak Belanda dan para misionaris. Meskipun demikian, setelah masa pemberontakan berlalu, pekabaran Injil kembali dilanjutkan dengan semangat baru.

Periode II: Peralihan Zending (1920 – 1935)

Pada tahun 1920, Basler Misssionsgezellschaft (BM) mengambil alih pelaksanaan PI di Kalimantan dari RMG. Usaha pertama BM adalah memperkuat stasi-stasi yang sudah ada dan memperluas kehadiran gereja di Kalimantan. Melalui berbagai pertemuan gerejawi, persiapan untuk membentuk jemaat-jemaat yang mandiri semakin matang.

Periode III: Lahirnya Gereja Dayak (1935 – 1945)

Pada April 1935, melalui persidangan Sinode Umum di Kuala Kapuas, Gereja Dayak Evangelis (GDE) secara resmi didirikan. Periode ini ditandai dengan pertobatan besar-besaran di kalangan suku Dayak, yang ditandai dengan pengangkatan lima pendeta Dayak pertama. Meskipun menghadapi tantangan Perang Dunia II, GDE tetap berjuang mempertahankan eksistensinya.

Periode IV: Perubahan Nama Gereja (1945 – 1960)

Seiring dengan berkembangnya kesadaran oikumenis, GDE memutuskan untuk mengubah namanya menjadi Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) pada tahun 1950. GKE mulai memperluas wilayah pelayanannya ke seluruh Kalimantan, menjangkau semua suku bangsa yang ada di sana.

Membawa Cahaya Injil ke Setiap Sudut Kalimantan

Sejarah GKE adalah bukti nyata kesetiaan dan komitmen dalam membawa pesan kasih dan pengharapan kepada seluruh masyarakat Kalimantan, tanpa memandang suku, ras, atau agama. Melalui perjalanan yang penuh perjuangan dan pengorbanan, GKE terus berdiri kokoh sebagai saksi cinta Tuhan di bumi Kalimantan, mengabarkan keselamatan dan damai sejahtera kepada semua umat manusia.

Sebagai generasi penerus, mari kita teruskan warisan mulia ini, memperjuangkan kasih dan keadilan, serta menjadi terang yang menyinari dunia di sekitar kita. Sejarah GKE adalah cerminan dari kekuatan iman dan tekad yang tak tergoyahkan, yang menginspirasi kita untuk terus bergerak maju dalam mengabdi kepada Tuhan dan sesama.

Share this:

Related posts:

  • Tjilik Riwut: Perjalanan Seorang Pahlawan dari Belantara Kalimantan Tengah

  • 96 Pasal Hukum Adat Tumbang Anoi

  • Mengungkap Keindahan dan Kekayaan Budaya: Upacara Adat dan Keagamaan Suku Dayak di Kalimantan Tengah

Previous Post

Menyelami Makna dalam Lagu “Anak Balawau Kurik”

Next Post

Masuknya Islam ke Kalimantan Tengah: Perjalanan Sejarah dan Dampaknya

admin

admin

Related News

Tjilik Riwut: Perjalanan Seorang Pahlawan dari Belantara Kalimantan Tengah

Tjilik Riwut: Perjalanan Seorang Pahlawan dari Belantara Kalimantan Tengah

by admin
May 5, 2024
0

Tjilik Riwut, seorang pahlawan nasional dari Kalimantan Tengah, lahir pada 18 Februari 1918 di Kasongan, Kabupaten Katingan. Berakar dalam Suku...

96 Pasal Hukum Adat Tumbang Anoi

96 Pasal Hukum Adat Tumbang Anoi

by admin
May 5, 2024
0

Penyeragaman hukum adat hasil Rapat Damai Tumbang Anoi tahun 1894 meliputi pasal-pasal berikut ini: Pasal 1 Singer Tungkun (denda adat...

Mengungkap Keindahan dan Kekayaan Budaya: Upacara Adat dan Keagamaan Suku Dayak di Kalimantan Tengah

Mengungkap Keindahan dan Kekayaan Budaya: Upacara Adat dan Keagamaan Suku Dayak di Kalimantan Tengah

by admin
May 5, 2024
0

Kalimantan Tengah, sebuah wilayah yang kaya akan keindahan alamnya, juga menyimpan kekayaan budaya yang mendalam. Salah satu warisan budaya yang...

Masuknya Islam ke Kalimantan Tengah: Perjalanan Sejarah dan Dampaknya

Masuknya Islam ke Kalimantan Tengah: Perjalanan Sejarah dan Dampaknya

by admin
May 5, 2024
0

Sebelum Islam merambah ke Kalimantan Tengah, wilayah ini telah menjadi tempat berbagai peradaban dan kepercayaan, termasuk Hindu-Buddha, Animisme-Dinamisme, dan Kristen....

Next Post
Masuknya Islam ke Kalimantan Tengah: Perjalanan Sejarah dan Dampaknya

Masuknya Islam ke Kalimantan Tengah: Perjalanan Sejarah dan Dampaknya

Mengungkap Keindahan dan Kekayaan Budaya: Upacara Adat dan Keagamaan Suku Dayak di Kalimantan Tengah

Mengungkap Keindahan dan Kekayaan Budaya: Upacara Adat dan Keagamaan Suku Dayak di Kalimantan Tengah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending News

Kekayaan Budaya dan Sejarah Suku Dayak Ngaju: Perjalanan dan Warisan Kalimantan Tengah

Kekayaan Budaya dan Sejarah Suku Dayak Ngaju: Perjalanan dan Warisan Kalimantan Tengah

May 5, 2024
Batang Garing dalam Kepercayaan Kaharingan Dayak Ngaju

Batang Garing dalam Kepercayaan Kaharingan Dayak Ngaju

May 5, 2024
96 Pasal Hukum Adat Tumbang Anoi

96 Pasal Hukum Adat Tumbang Anoi

May 5, 2024

Categories

  • Sejarah dan Budaya

Recent Posts

  • Tjilik Riwut: Perjalanan Seorang Pahlawan dari Belantara Kalimantan Tengah
  • 96 Pasal Hukum Adat Tumbang Anoi

© 2025 Dayaknese.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Sitemap

© 2025 Dayaknese.com.