Dayaknese.com
  • Home
  • Tentang
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Sitemap
No Result
View All Result
Dayaknese.com
  • Home
  • Tentang
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Sitemap
No Result
View All Result
Dayaknese.com
No Result
View All Result
Home Sejarah dan Budaya

Kekayaan Budaya dan Sejarah Suku Dayak Ngaju: Perjalanan dan Warisan Kalimantan Tengah

admin by admin
May 5, 2024
in Sejarah dan Budaya
0
418
SHARES
3.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

You Might Also Like

Tjilik Riwut: Perjalanan Seorang Pahlawan dari Belantara Kalimantan Tengah

96 Pasal Hukum Adat Tumbang Anoi

Mengungkap Keindahan dan Kekayaan Budaya: Upacara Adat dan Keagamaan Suku Dayak di Kalimantan Tengah

Suku Dayak Ngaju: Masyarakat Asli Kalimantan Tengah

Suku Dayak Ngaju, juga dikenal sebagai Biaju, merupakan salah satu suku asli yang mendiami Kalimantan Tengah. Dengan jumlah populasi sekitar 400.000 orang, suku ini memiliki sejarah dan kebudayaan yang kaya serta unik.

Etimologi dan Sejarah

Etimologi “Ngaju” berasal dari kata yang berarti “udik”. Sebagian besar suku Ngaju mendiami daerah aliran sungai Kapuas, Kahayan, Rungan Manuhing, Barito, dan Katingan, bahkan ada yang menetap di Kalimantan Selatan.

Pada awalnya, suku Dayak Ngaju disebut sebagai Biaju. Terminologi ini berasal dari bahasa orang Bakumpai yang berarti “dari hulu” atau “dari udik”, merujuk pada orang yang tinggal di daerah hulu sungai.

Pembagian dan Rumpun Suku

Suku Dayak Ngaju terbagi berdasarkan daerah aliran sungai dan rumpun bahasa. Mereka terbagi menjadi beberapa sub-suku, antara lain:

  • Suku Dayak Ngaju (Ngaju Kapuas)
  • Suku Dayak Kahayan (Ngaju Kahayan)
  • Suku Dayak Katingan (Ngaju Katingan)
  • Suku Dayak Mendawai (Kalimantan Tengah)
  • Suku Dayak Bakumpai (Kalimantan Selatan)
  • Suku Dayak Mengkatip (Kalimantan Tengah)
  • Suku Dayak Berangas (Kalimantan Selatan) – telah punah pada tahun 2010 dan melebur ke dalam mainstream orang Banjar Kuala
  • Suku Dayak Beraki (Bara-ki) – sudah punah

Asal Mula dan Kepercayaan

Menurut sejarah, leluhur Dayak Ngaju berasal dari kerajaan yang terletak di lembah pegunungan Yunan bagian Selatan, dekat perbatasan dengan Vietnam. Mereka bermigrasi secara besar-besaran dari daratan Asia sekitar 3000-1500 SM.

Kepercayaan utama suku Dayak Ngaju adalah Kaharingan, sebuah kepercayaan tradisional yang mengakar kuat dalam kehidupan mereka. Kaharingan merupakan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yang dihayati secara turun-temurun dan memiliki tempat ibadah seperti Balai Basarah atau Balai Kaharingan.

Kebudayaan dan Tradisi

Suku Dayak Ngaju memiliki beragam tradisi dan kebudayaan yang unik, antara lain:

  • Upacara Tiwah: Proses pengantaran arwah sanak kerabat yang sudah meninggal ke surga.
  • Tradisi Tato/Tutang/Cacah: Seni menato tubuh sebagai simbol status dan identitas.
  • Hukum Adat: Aturan yang diwariskan oleh leluhur untuk menjaga keseimbangan dengan alam.
  • Tarian Burung Enggang Gading: Tarian sakral yang menghormati burung Enggang sebagai simbol kehidupan.
  • Keyakinan pada Pohon Batang Garing: Pohon simbolis yang dianggap sebagai petunjuk dalam kehidupan.

Struktur Masyarakat

Pada masa lampau, masyarakat Dayak Ngaju memiliki struktur sosial yang terdiri dari beberapa tingkatan, mulai dari Kepala Kampung hingga Orang-orang Tamuei atau Orang Asing. Setiap tingkatan memiliki peran dan tanggung jawabnya masing-masing dalam kehidupan masyarakat.

Suku Dayak Ngaju memiliki sejumlah tokoh penting dalam sejarah dan kehidupan mereka, seperti Nyai Undang, Raden Labih, Tjilik Riwut, dan banyak lagi.

Lagu Daerah

Di antara kekayaan budaya mereka, lagu-lagu daerah Dayak Ngaju menjadi ekspresi dan pengenalan identitas mereka. Lagu-lagu seperti “Sinta Takalupe Lunuk” dan “Karungut: Kal-Teng Membangun” merupakan contoh dari warisan budaya yang mereka jaga dengan baik.

Suku Dayak Ngaju tidak hanya memiliki warisan budaya yang kaya, tetapi juga memiliki kontribusi yang signifikan dalam sejarah dan perkembangan Kalimantan Tengah. Dengan mempertahankan dan memperkenalkan kekayaan budaya mereka, mereka terus menjadi bagian integral dari keragaman budaya Indonesia.

Share this:

Related posts:

  • Tjilik Riwut: Perjalanan Seorang Pahlawan dari Belantara Kalimantan Tengah

  • 96 Pasal Hukum Adat Tumbang Anoi

  • Mengungkap Keindahan dan Kekayaan Budaya: Upacara Adat dan Keagamaan Suku Dayak di Kalimantan Tengah

Next Post

Keanekaragaman Dialek Bahasa Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah

admin

admin

Related News

Tjilik Riwut: Perjalanan Seorang Pahlawan dari Belantara Kalimantan Tengah

Tjilik Riwut: Perjalanan Seorang Pahlawan dari Belantara Kalimantan Tengah

by admin
May 5, 2024
0

Tjilik Riwut, seorang pahlawan nasional dari Kalimantan Tengah, lahir pada 18 Februari 1918 di Kasongan, Kabupaten Katingan. Berakar dalam Suku...

96 Pasal Hukum Adat Tumbang Anoi

96 Pasal Hukum Adat Tumbang Anoi

by admin
May 5, 2024
0

Penyeragaman hukum adat hasil Rapat Damai Tumbang Anoi tahun 1894 meliputi pasal-pasal berikut ini: Pasal 1 Singer Tungkun (denda adat...

Mengungkap Keindahan dan Kekayaan Budaya: Upacara Adat dan Keagamaan Suku Dayak di Kalimantan Tengah

Mengungkap Keindahan dan Kekayaan Budaya: Upacara Adat dan Keagamaan Suku Dayak di Kalimantan Tengah

by admin
May 5, 2024
0

Kalimantan Tengah, sebuah wilayah yang kaya akan keindahan alamnya, juga menyimpan kekayaan budaya yang mendalam. Salah satu warisan budaya yang...

Masuknya Islam ke Kalimantan Tengah: Perjalanan Sejarah dan Dampaknya

Masuknya Islam ke Kalimantan Tengah: Perjalanan Sejarah dan Dampaknya

by admin
May 5, 2024
0

Sebelum Islam merambah ke Kalimantan Tengah, wilayah ini telah menjadi tempat berbagai peradaban dan kepercayaan, termasuk Hindu-Buddha, Animisme-Dinamisme, dan Kristen....

Next Post
Keanekaragaman Dialek Bahasa Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah

Keanekaragaman Dialek Bahasa Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah

Arti dan Makna “Tingang Menteng Panujung Tarung”

Arti dan Makna "Tingang Menteng Panujung Tarung"

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending News

Kekayaan Budaya dan Sejarah Suku Dayak Ngaju: Perjalanan dan Warisan Kalimantan Tengah

Kekayaan Budaya dan Sejarah Suku Dayak Ngaju: Perjalanan dan Warisan Kalimantan Tengah

May 5, 2024
Batang Garing dalam Kepercayaan Kaharingan Dayak Ngaju

Batang Garing dalam Kepercayaan Kaharingan Dayak Ngaju

May 5, 2024
96 Pasal Hukum Adat Tumbang Anoi

96 Pasal Hukum Adat Tumbang Anoi

May 5, 2024

Categories

  • Sejarah dan Budaya

Recent Posts

  • Tjilik Riwut: Perjalanan Seorang Pahlawan dari Belantara Kalimantan Tengah
  • 96 Pasal Hukum Adat Tumbang Anoi

© 2025 Dayaknese.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Sitemap

© 2025 Dayaknese.com.